"Kembali kedesaku..."
...empat hari menjelang hari raya idul fitri,
"Dug,dug,dug...", suara pintu diketuk.
"bangun-bangun sudah jam empat kurang, kamu mau puasa enggak!!",suara wanita dengan keras terdengar dari seberang pintu.
"Iya,iya, ini udah bangun, sebentar lagi keluar..",sambil meraba-raba kasur aku mencari ponselku, setelah ponsel dalam genggaman aku melihat waktu sudah menunjukan pukul 03.52.
Sambil setengah mengantuk aku beranjak dari tempat tidurku. Sambil menguap aku keluar kamar menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka aku bergegas menju ruang makan, kulihat disana kakak dan adik ku sedang menyantap makan sahur sambil melihat televisi.
Oh iya perkenalkan namaku andi, yang tadi berteriak membangunkan ku adalah ibuku. Aku anak ke dua dari tiga bersaudara. Kami bertiga laki-laki semua. Ibuku single parent, ayahku sudah lama pergi meniggalkan kami semua menghadap yang kuasa. Dan ini adalah puasa ketiga tanpa ayah.
"sudah cepat kamu makan sahur, sebentar lagi sudah mau masuk imsak", kata ibuku yang baru kembali dari dapur.
"iya, masih ada waktu setengah jam lagi, tenang aja", kataku sambil mengambil nasi dan sayur yang tersedia dimeja makan.
"Kamu ikutkan pulang kekampung ibu?", tanya ibuku.
"memang boleh kalau aku tidak ikut bu?", tanyaku balik.
"enggak pokoknya semua harus ikut!!, coba kamu sudah berapa tahun tidak pulang kampung, pokokny semua harus pulang!!",tegas ibuku.
"memang ya sudah berapa tahun aku tidak pulang ya?, kurang lebih delapan tahun aku tidak ikut pulang", kataku.
"nah kan kamu sudah delapan tahun tidak pulang kampung, saudara-saudara disana banyak yang menanyakan kamu"
"coba kamu masih inget tidak dengan saudara-saudara kamu yang disana?", tanya ibuku.
"hmmm...",
"aku sudah lupa bu, lupa-lupa ingat saudara-saudara disana...", jawabku.
"iya pokonya setelah ini kamu berkemas menyiapkan baju yang mau dibawa kesana", kata ibuku.
"iya", jawabku.
waktu sudah menujukan pukul 04.45, adzan shubuh pun berkumandang. Aku kembali kekamar ku untuk menyiapkan barang-barang yang akan kubawa pulang kampung.
"celana dalam, boxer, celana mambo, celana jeans, kaos, t-shirt, jaket, sweater, handuk, terus apa lagi ya?", gumanku.
"tok,tok,tok", suara pintu diketuk.
"mas, mas andi", suara adiku.
"masuk, pintunya tidak aku kunci", teriaku dari dalam.
Adiku masuk, oiya perkenalkan nama adiku adalah indra dia berusia 14 tahun. Dia baru masuk sekolah menengah pertama, sedangkan aku berusia 19 tahun dan kakakku bernama toni dia berusia 27 tahun.
"ada apa de?", tanyaku.
"mas andi sudah menyiapkan baju yang mau dibawa?",tanyanya.
"ini lagi aku siapkan, kamu sudah?",tanyaku.
"sudah mas, ibu yang nyiapin bajuku tadi malam", jawabnya.
"memang rencana mau berapa lama kita disana...", tanyaku.
"kalo kata ibu sih kurang lebih sekitar satu minggu kita disana", jawabnya.
"hmmnn...satu minggu ya...",-
"terus kamu tau kapan kita berangkat?",tanyaku kembali.
"nanti malam mas, mobilnya juga sudah diservice sama mas toni kemarin", jawabnya kembali.
"hah...kita naik mobil? Tidak naik kereta api?",tanyaku.
"iya mas kita naik mobil",
"aku mau shubuhan dulu mas, selamat berkemas ya", kata adiku.
Sambil berdiri dia melangkah keluar dari kamarku. Akupun kembali mengemasi barang-barangku.
05.38
Setelah mempersiapkan semua barang-barang yang akan kubawa aku kembali berbaring diatas tempat tidurku.
sambil memejamkan mata,
"akhirnya setelah beberapa tahun aku kembali kembali berkunjung kedesa...",
"moment ini akan kumanfaatkan untuk merehatkan pikiranku", dalam hati.
Aku pun tertidur.
15.38
Terdengar samar-samar suara adzan membuatku terbangun.
"sudah adzan zuhur rupanya...",
Aku masih terbaring diatas tempat tidur.
Setelah merasa cukup tenagaku, aku bangun dari tempat tidurku dan menuju kekamar mandi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka aku tidak menemukan siapapun dirumah. Saat kulihat jam dinding ternyata waktu sudah menunjukan pukul 16.05.
"oh ternyata yang kudengar tadi bukanlah adzan zuhur, melainkan adzan ashar",.
"kenapa sepi sekali, apa aku sudah ditinggal mereka?, tetapi katanya berangkat malam-malam", pikirku.
Aku kembali kekamarku. Melihat ponselku ternyata ada sms dari adiku.
Indra
Received: 14.55
"Mas, mas mau makan apa untuk buka puasa nanti, aku lagi beli oleh-oleh sama ibu"
Indra
Sent: 16.35
"Aku mau ikan bakar, kalo tidak ada ikan bakar ayam bakar juga boleh"
"oh ternyata mereka sedang membeli oleh-oleh, aku pikir aku sudah ditinggal pulang kampung",-.
Sekita satu jam berlalu, sebelum waktu berbuka puasa, ibu dan adiku sudah kembali kerumah.
"assalammualaikum," suara salam diberbaring pintu terbuka.
"walaikumsalam", aku menjawab salam tersebut.
"andi, tolong bawain belanjaan ibu,",perintah ibuku.
"iya bu",jawabku.
Aku bergegas keteras dan mengambil sisa belanjaan ibuku.
"bu mana pesananku?" tanyaku sambil mengeksplorasi belanjaan yang ibu dan adiku bawa.
"ada disitu diplastik kresek berwarna putih, tolong sekalian kamu siapin sekalian sop buahnya ya untuk berbuka puasa nanti", perintah beliau.
Aku pun bersibuk ria menyiapkan makanan dan minuman dimeja makan untuk berbuka puasa nanti.
Tidak berapa lama, kakaku pun datang.
"tumben lo sibuk nyiapin buat buka puasa?", katanya sambil melepas sepatu.
"iyalah, sekali-sekalikan", jawabku.
Dia pun berlalu menuju kamarnya. Dan aku telah selesai menyiapkan makanan.
"hmmn... mantap...", gumanku dalam hati.
17.57
Terdengar samar-samar suara dari dari pengeras suara masjid,
"Selamat berbuka puasa...", kemudian disusul adzan magrib.
"alhamdullilah, sudah waktunya berbuka puasa...", ucapku.
"Mas, de... Sudah waktunya berbuka, dibatalin dulu puasanya", teriaku memberitahukan kakak dan adiku yang masih berada dikamarnya masing-masing.
"allohuma lakasumtu wabika amantu wa'ala rizkika aftortu, birohmatika ya arrhama rohimmin...", doaku berbuka puasa sambil meminum teh hangat. Kebiasaanku saat berbuka puasa ialah menyantap beberapa gorengan dan meminum teh hangat sebelum menyantap makan besar. Biasanya aku makan besar setelah sehabis shalat terawih.
setelah memakan beberapa gorengan aku bergegas mandi, dan kemudian bersiap-siap untuk ke mesjid untuk shalat terawih.
18.55
"Bu aku shalat terawih dulu ya", pamit ku kepada ibu.
"adik mu diajak, sana!!", perintah ibuku untuk mengajak adikku.
"dia sudah berangkat duluan tadi, memang dia tidak pamit pada ibu?", jawabku.
"oh, yasudah", kata beliau.
"aku berangkat dulu ya bu, assalamualaikum", aku mengucapkan salam.
"walaikumsalam", balas salam ibuku.
aku melangkahkan kaki meninggalkan rumah menuju mesjid.
20.30
setelah selesai melaksanakan shalat tarawih aku kembali kerumah. karena jam 10 malam nanti, kami sekeluarga akan berangkat menuju kampung halaman ibuku.
"assalamualaikum", aku membuka pintu sambil mengucapkan salam.
"waalaikum salam", suara ibuku menjawab salamku.
"kamu sudah pulang?", tanya ibuku.
"sudah bu", jawabku.
"biasanya kamu nongkrong-nongkrong dulu, tumben langsung pulang", tanya beliau lagi.
"iya bu, masih ada barang yang belum aku bereskan untuk persiapan nanti, lagi pula tadi di mesjid aku sudah ketemu teman-temanku dan aku sudah pamitan kepada mereka", jawabku.
"ya sudah, makan dulu sana kamu, sebelum bersiap-siap berangkat", kata ibu.
"iya bu", jawabku sambil berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaianku.
tak berapa lama aku keluar lagi menuju meja makan. diatas meja makan, ayam bakar pesananku telah siap menanti untuk disantap.
"mari makan", dalam hati aku kegirangan.
21.07
setelah merasa kenyang aku, terdiam sebentar sambil menyaksikan acara televisi.
"kamu sudah selesai makan?", tanya ibuku.
"sudah bu", jawabku.
"barang-barangmu sudah dipersiapkan?", tanyanya lagi.
"sudah semua bu, aku sudah siap untuk berangkat", jawabku.
"ya sudah, coba kamu telpon adikmu suruh pulang, kita mau berangkat", perintah beliau.
"loh memang indra belum pulang dari sehabis terawih tadi?", tanyaku balik.
"kalo indra sudah pulang, ibu tidak akan menyuruhmu untuk menelponya, kamu itu bagaimana sih!!!", jawabnya sedikit sewot.
"hahaha, iya-ya bu", jawabku sambil tertawa melihat ibuku sewot karena menjawab pertanyaan bodohku.
aku mengambil ponselku yang berada dikamar.
dialling...
Indra
"halo, assalamualaikum, ada apa mas andi?" suara indra dari seberang telepon.
"walaikumsalam, kamu dimana, hayo cepat pulang kita sudah mau berangkat, ibu dan mas toni sudah menunggu", kataku.
padahal mas toni sendiri entah pergi kemana.
"hah, kita mau berangkat sekarang??" tanyanya.
"iya, kamu cepat pulang, mas toni juga sudah siap, tinggal kamu aja yang belum", perintahku, padahal aku sendiri masih belum berganti pakaian.
"mas toni sudah siap?? waah mas andi bohong, sekarang aku lagi bersama mas toni mengisi bensin mobil dipombensin", jawabnya.
"ooh kamu lagi bersama mas toni, iya ibu yang menyuruh aku untuk menelponmu menyuruh pulang, kalo kamu bersama mas toni ya sudah, aku kira kamu sedang nongkrong", kataku.
"ok mas, assalammualaikum", jawabnya sambil bersalam mengakhiri perbincangan kami.
"waalikumsalam", jawabku sambil mematikan telepon.
"lagi dimana si indra, ndi" tanya ibuku.
"dia lagi bersama mas toni mengisi bensin, sebentar lagi pulang", jawabku.
"ya sudah kamu ganti baju sana, jadi mereka datang kita tinggal berangkat", perintah ibuku.
"iya bu", jawabku sambil kembali kekamar.
"Din,Din", suara klakson mobil dari halaman rumah.
"andi bawa barang-barang mu kemobil sekalian bantu ibu mengangkat koper ini", teriak ibuku dari kamarnya.
"iya bu", jawabku bergegas membawa barangku kemobil, kemudian aku kembali lagi kedalam rumah untuk mengambil koper ibuku.
"suadah siap semua?" tanya mas toni.
"sudah mas, tinggal menunggu ibu dan indra ganti baju", jawabku.
"jangan sampai ada yang ketinggalan ndi, nanti kamu menyesal disana", kata kakaku mengingatkan.
"sudah semua mas, tidak ada yang tertinggal", jawabku.
tak berapa lama indra dan ibuku keluar. ibu berkeliling rumah untuk mengecek apakah ada jendela dan pintu yang terlupa belum dikunci.
"sudah terkunci semua bu?" tanya mas toni kepada ibuku.
"sudah semua ton", jawab beliau.
"ya sudah ayuk kita berangkat", kata mas toni menyuruh kami semua masuk kedalam mobil.
si indra duduk disebelah mas toni. aku dan ibuku diduk dijok tengah, dan di jok belakang penuh oleh barang-barang kami.
21.45
"bismillahhirrohmanhirrohhim", doa ibuku sebelum memulai perjalanan.
malam ini terlihat sangat cerah. dijalan arteri ibukota terlihat tidak begitu ramai, mungkin karena sebagian penghuninya sudah berangkat pulang kekampung halamannya masing-masing.
kota kampung halaman ibu ada di wilayah jawa tengah tepatnya dipinggiran kota cilacap. jadi perjalanan kami malam ini menuju kota itu.
ibuku kelahiran cilacap jawa tengah, sedangkan alm. ayahku kelahiran kediri jawa timur. sedangkan aku bersama kakak dan adiku dilahirkan di ibu kota jakarta. aku belum pernah pulang kekampung halaman ayahku ke kediri. karena semasa alm. masih hidup setiap lebaran idul fitri kami selalu berkumpul dirumah kakak beliau yang paling tua, karena keluarga besar beliau hampir semuanya tinggal dijakarta. dan menurut cerita dari alm. ayahku, kakek dan nenekku pun meninggal dan dimakamkan dijakarta. jadi tidak pernah aku pulang kekampung halaman beliau. hanya kakaku saja yang pernah ikut beliau kesana dan saat itu pun aku masih belum lahir. sedangkan ibuku orang tua beliau masih ada lengkap, jadi dahulu kami hampir setiap tahun berkunjung kesana, namun setelah ayahku tiada kami jarang pulang kesana, kadang hanya ibuku saja dan adiku yang pulang kampung.
22.39
perjalanan kami lancar sampai memasuki pintu keluar jakarta. sebelum memasuki pintu tol cikampek kepadatan kendaraan mulai terjadi, kulihat kendaraan-kendaraan banyak yang keluar dari kota jakarta, dalam pikiranku hal ini lumrah terjadi karena sudah mau memasuki hari raya idul fitri. bisa kurasakan kami berjalan sejauh 5 meter selama 15 menit. kendaraan pribadi mendominasi jalan pintu keluar kota jakarta ini, umumnya dihari-hari biasa truk-truk trailer dan bus-bus yang mendominasi, namu menjelang hari raya pemandangan itu berubah menjadi kendaraan pribadi. ya mungkin memang kota jakarta ku ini dihuni hampir 80% adalah pendatang, banyak dari mereka yang mengadu nasib dijakarta. sama seperti keluargaku ini yang merupakan juga adalah pendatang.
00.18
tiga hari sebelum hari raya idul fitri...
Satu jam setengah kami berjalan tersendat kali ini lebih lama setiap 20 menit kami berjalan sejauh 3meter. sampai saat ini kami masih tertahan pintu tol cikampek. aku lihat ibuku sudah mulai tertidur, akupun juga sebenarnya sudah mulai mengantuk, namun aku tahan karena aku mau menikmati perjalanan ini. aku melihat keatas dan bintang-bintang menemani perjalanan kami. aku bersenandung untuk mengusir kantuk dan kebosanan. tiba-tiba kakakku menyalakan radio mobil,
"selamat malam saudara pendengar setia radio informasi arus mudik, dapat kami informasikan bahwa saat ini pihak kepolisian telah menutup jalur pantura, dan untuk para pemudik yang akan menuju kewilayah jawa tengah akan dialihkan menuju ke jalur tengah ke selatan melalui purwakarta, bandung, garut, tasikmalaya dan ciamis. dan dapat kami informasikan juga bahwa saat ini jembatan tasikmalaya lumpuh total karena jembatan tersebut amblas sedalam 1 meter dan dalam penangan petugas. menurut petugas yang bertugas perbaikan jembatan akan memakan waktu dua jam, pemudik pun akan dialihkan melalui jalan alternative sebelum jembatan tasikmalaya. dan sementara itu dijalan raya tanjakan nagrek terdapat sebuah bis mogok dan menyebabkan kemacetan sejauh delapan kilometer, tidak lupa kami ingatkan untuk para pemudik beristirahatlah jika sudah merasa lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan untuk meneruskan perjalanan... bla-bla-bla", suara penyiar radio memberikan informasi.
"wah wah kayaknya akan tertahan lama disini, kalian udah pada ngantuk belum", tanya kakakku.
"ngantuk sih mas, tetapi masih belom terlalu ngantuk banget sih", jawabku.
"ndra, ndra...yeee tidur, masa disamping supir tidur", ledek kakaku kepada indra.
"aaah, aku ngantuk mas, gara-gara macet ini aku jadi ngantuk", jawab indra.
02.30
aku tidak merasakan getaran sama sekali seakan mobil sedang dalam posisi mati, dan ternyata aku tertidur. saat sadar posisi mobil berada didepan mushola pom bensin. dan kulihat kakaku tidak diposisinya. ternyata dia lagi beristirahat sambil menyantap mie instan mangkokan didepan mobil. aku keluar dari mobil untuk beristirahat, setelah kurasakan pantatku panas dan kakiku pegal karena terlalu lama duduk.
"makan dulu ndi, aku lapar",kata mas toni.
"beli dimana mas", tanyaku.
"didalam minimarket ada", jawabnya.
"oh..", aku berjalan menuju minimarket sebelah mushola. didalam mini market aku mencari rak tempat makanan ringan. disitu kulihat ada cemilan favoritku yaitu lidi-lidian gurih dan pedas. aku ambil beberapa untuk sebagai cemilan diperjalanan. aku pun juga tak lupa mengambil sebuah mie instan mangkokan ntuk mengganjel rasa laparku.
"didaerah mana ini mas?", tanyaku kekakaku.
"baru sampai bandung", jawabnya.
"baru sampai bandung?", tanyaku.
"iya, hayuk cepat kamu abiskan makananmu, setelah itu kita lanjutkan perjalanan", perintahnya sambil berjalan menuju mobilku.
"iya mas", jawabku buru buru melahap makananku.
setelah mencuci muka ditoilet, aku kembali ke mobil, dan kami pun melanjutkan perjalanan.
kulihat ibuku tidur terlelap disampingku. dan adiku juga terlelap dibangku sebelah bangku supir.
diperjalanan kulihat semakin banyak kendaraan bus-bus besar berpapasan dengan kami. akupun mulai melihat bahwa kami telah memasuki kota garut, terlihat rumah-rumah sederhana bergaya perkampungan sudah mulai banyak terlihat. polisi berlalulalang mengatur lalulintas menjaga para pemudik. kemacetan panjang mulai terlihat di sebuah tanjakan, dan ternyata polisi menetapkan sistem buka tutup satu jalur di jalanan tersebut untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Saat menunggu sistem buka tutup yang diterapkan polisi lalulintas wilayah setempat, tanpa terasa akupun tiba-tiba tertidur.
04.45
Dinginya angin yang masuk melalui sela-sela jendela mobil membangunkan aku. dan aku melihat ponsel ternyata sudah pukul 04.45, terdengar dari kejauhan suara adzan menggema masuk kedalam telinga, aku lihat kakak ku masih fokus dalam menyetir. cakrawala diluar sana berwarna hitam kebiruan, dan di ufuk timur cahaya orange bebentuk parabola dengan warna kuning terang ditengahnya, langit saat itu sangat cerah, sehingga kurasakan suasana pedesaan sudah memasuki pikiranku. sesekali kami melewati hamparan sawah yang sangat luas, kami berpapasan dengan para petani yang bersiap untuk menggarap sawahnya.
sekitar pukul lima aku membuka lebar-lebar jendela pintu mobil disebelahku, aku menghirup dalam-dalam udara pagi itu, dan kegiatan itu pun aku ulangi terus menerus saat aku berada dirumah kakeku.
"mau istirahat dulu apa nanti saja?", tanya kakaku kepadaku.
"memang masih jauh apa sudah dekat perjalanan kita, mas?", tanyaku balik.
"sudah dekat,kurang lebih sekitar dua jam lagi kita sampai, soalnya saat ini kita sudah memasuki kota banjar", jelasnya.
"Langsung saja, toh sudah dekat ini, nanti sekalian istirahatnya dirumah saja", tiba-tiba ibuku berbicara.
"Oke, siap", tegas kakakku.
aku pun kembali melihat keluar jendela untuk menikmati pemandangan diluar.
to be continue...
Hari Raya Idul Fitri 1435H...
N
...
...empat hari menjelang hari raya idul fitri,
"Dug,dug,dug...", suara pintu diketuk.
"bangun-bangun sudah jam empat kurang, kamu mau puasa enggak!!",suara wanita dengan keras terdengar dari seberang pintu.
"Iya,iya, ini udah bangun, sebentar lagi keluar..",sambil meraba-raba kasur aku mencari ponselku, setelah ponsel dalam genggaman aku melihat waktu sudah menunjukan pukul 03.52.
Sambil setengah mengantuk aku beranjak dari tempat tidurku. Sambil menguap aku keluar kamar menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka aku bergegas menju ruang makan, kulihat disana kakak dan adik ku sedang menyantap makan sahur sambil melihat televisi.
Oh iya perkenalkan namaku andi, yang tadi berteriak membangunkan ku adalah ibuku. Aku anak ke dua dari tiga bersaudara. Kami bertiga laki-laki semua. Ibuku single parent, ayahku sudah lama pergi meniggalkan kami semua menghadap yang kuasa. Dan ini adalah puasa ketiga tanpa ayah.
"sudah cepat kamu makan sahur, sebentar lagi sudah mau masuk imsak", kata ibuku yang baru kembali dari dapur.
"iya, masih ada waktu setengah jam lagi, tenang aja", kataku sambil mengambil nasi dan sayur yang tersedia dimeja makan.
"Kamu ikutkan pulang kekampung ibu?", tanya ibuku.
"memang boleh kalau aku tidak ikut bu?", tanyaku balik.
"enggak pokoknya semua harus ikut!!, coba kamu sudah berapa tahun tidak pulang kampung, pokokny semua harus pulang!!",tegas ibuku.
"memang ya sudah berapa tahun aku tidak pulang ya?, kurang lebih delapan tahun aku tidak ikut pulang", kataku.
"nah kan kamu sudah delapan tahun tidak pulang kampung, saudara-saudara disana banyak yang menanyakan kamu"
"coba kamu masih inget tidak dengan saudara-saudara kamu yang disana?", tanya ibuku.
"hmmm...",
"aku sudah lupa bu, lupa-lupa ingat saudara-saudara disana...", jawabku.
"iya pokonya setelah ini kamu berkemas menyiapkan baju yang mau dibawa kesana", kata ibuku.
"iya", jawabku.
waktu sudah menujukan pukul 04.45, adzan shubuh pun berkumandang. Aku kembali kekamar ku untuk menyiapkan barang-barang yang akan kubawa pulang kampung.
"celana dalam, boxer, celana mambo, celana jeans, kaos, t-shirt, jaket, sweater, handuk, terus apa lagi ya?", gumanku.
"tok,tok,tok", suara pintu diketuk.
"mas, mas andi", suara adiku.
"masuk, pintunya tidak aku kunci", teriaku dari dalam.
Adiku masuk, oiya perkenalkan nama adiku adalah indra dia berusia 14 tahun. Dia baru masuk sekolah menengah pertama, sedangkan aku berusia 19 tahun dan kakakku bernama toni dia berusia 27 tahun.
"ada apa de?", tanyaku.
"mas andi sudah menyiapkan baju yang mau dibawa?",tanyanya.
"ini lagi aku siapkan, kamu sudah?",tanyaku.
"sudah mas, ibu yang nyiapin bajuku tadi malam", jawabnya.
"memang rencana mau berapa lama kita disana...", tanyaku.
"kalo kata ibu sih kurang lebih sekitar satu minggu kita disana", jawabnya.
"hmmnn...satu minggu ya...",-
"terus kamu tau kapan kita berangkat?",tanyaku kembali.
"nanti malam mas, mobilnya juga sudah diservice sama mas toni kemarin", jawabnya kembali.
"hah...kita naik mobil? Tidak naik kereta api?",tanyaku.
"iya mas kita naik mobil",
"aku mau shubuhan dulu mas, selamat berkemas ya", kata adiku.
Sambil berdiri dia melangkah keluar dari kamarku. Akupun kembali mengemasi barang-barangku.
05.38
Setelah mempersiapkan semua barang-barang yang akan kubawa aku kembali berbaring diatas tempat tidurku.
sambil memejamkan mata,
"akhirnya setelah beberapa tahun aku kembali kembali berkunjung kedesa...",
"moment ini akan kumanfaatkan untuk merehatkan pikiranku", dalam hati.
Aku pun tertidur.
15.38
Terdengar samar-samar suara adzan membuatku terbangun.
"sudah adzan zuhur rupanya...",
Aku masih terbaring diatas tempat tidur.
Setelah merasa cukup tenagaku, aku bangun dari tempat tidurku dan menuju kekamar mandi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka aku tidak menemukan siapapun dirumah. Saat kulihat jam dinding ternyata waktu sudah menunjukan pukul 16.05.
"oh ternyata yang kudengar tadi bukanlah adzan zuhur, melainkan adzan ashar",.
"kenapa sepi sekali, apa aku sudah ditinggal mereka?, tetapi katanya berangkat malam-malam", pikirku.
Aku kembali kekamarku. Melihat ponselku ternyata ada sms dari adiku.
Indra
Received: 14.55
"Mas, mas mau makan apa untuk buka puasa nanti, aku lagi beli oleh-oleh sama ibu"
Indra
Sent: 16.35
"Aku mau ikan bakar, kalo tidak ada ikan bakar ayam bakar juga boleh"
"oh ternyata mereka sedang membeli oleh-oleh, aku pikir aku sudah ditinggal pulang kampung",-.
Sekita satu jam berlalu, sebelum waktu berbuka puasa, ibu dan adiku sudah kembali kerumah.
"assalammualaikum," suara salam diberbaring pintu terbuka.
"walaikumsalam", aku menjawab salam tersebut.
"andi, tolong bawain belanjaan ibu,",perintah ibuku.
"iya bu",jawabku.
Aku bergegas keteras dan mengambil sisa belanjaan ibuku.
"bu mana pesananku?" tanyaku sambil mengeksplorasi belanjaan yang ibu dan adiku bawa.
"ada disitu diplastik kresek berwarna putih, tolong sekalian kamu siapin sekalian sop buahnya ya untuk berbuka puasa nanti", perintah beliau.
Aku pun bersibuk ria menyiapkan makanan dan minuman dimeja makan untuk berbuka puasa nanti.
Tidak berapa lama, kakaku pun datang.
"tumben lo sibuk nyiapin buat buka puasa?", katanya sambil melepas sepatu.
"iyalah, sekali-sekalikan", jawabku.
Dia pun berlalu menuju kamarnya. Dan aku telah selesai menyiapkan makanan.
"hmmn... mantap...", gumanku dalam hati.
17.57
Terdengar samar-samar suara dari dari pengeras suara masjid,
"Selamat berbuka puasa...", kemudian disusul adzan magrib.
"alhamdullilah, sudah waktunya berbuka puasa...", ucapku.
"Mas, de... Sudah waktunya berbuka, dibatalin dulu puasanya", teriaku memberitahukan kakak dan adiku yang masih berada dikamarnya masing-masing.
"allohuma lakasumtu wabika amantu wa'ala rizkika aftortu, birohmatika ya arrhama rohimmin...", doaku berbuka puasa sambil meminum teh hangat. Kebiasaanku saat berbuka puasa ialah menyantap beberapa gorengan dan meminum teh hangat sebelum menyantap makan besar. Biasanya aku makan besar setelah sehabis shalat terawih.
setelah memakan beberapa gorengan aku bergegas mandi, dan kemudian bersiap-siap untuk ke mesjid untuk shalat terawih.
18.55
"Bu aku shalat terawih dulu ya", pamit ku kepada ibu.
"adik mu diajak, sana!!", perintah ibuku untuk mengajak adikku.
"dia sudah berangkat duluan tadi, memang dia tidak pamit pada ibu?", jawabku.
"oh, yasudah", kata beliau.
"aku berangkat dulu ya bu, assalamualaikum", aku mengucapkan salam.
"walaikumsalam", balas salam ibuku.
aku melangkahkan kaki meninggalkan rumah menuju mesjid.
20.30
setelah selesai melaksanakan shalat tarawih aku kembali kerumah. karena jam 10 malam nanti, kami sekeluarga akan berangkat menuju kampung halaman ibuku.
"assalamualaikum", aku membuka pintu sambil mengucapkan salam.
"waalaikum salam", suara ibuku menjawab salamku.
"kamu sudah pulang?", tanya ibuku.
"sudah bu", jawabku.
"biasanya kamu nongkrong-nongkrong dulu, tumben langsung pulang", tanya beliau lagi.
"iya bu, masih ada barang yang belum aku bereskan untuk persiapan nanti, lagi pula tadi di mesjid aku sudah ketemu teman-temanku dan aku sudah pamitan kepada mereka", jawabku.
"ya sudah, makan dulu sana kamu, sebelum bersiap-siap berangkat", kata ibu.
"iya bu", jawabku sambil berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaianku.
tak berapa lama aku keluar lagi menuju meja makan. diatas meja makan, ayam bakar pesananku telah siap menanti untuk disantap.
"mari makan", dalam hati aku kegirangan.
21.07
setelah merasa kenyang aku, terdiam sebentar sambil menyaksikan acara televisi.
"kamu sudah selesai makan?", tanya ibuku.
"sudah bu", jawabku.
"barang-barangmu sudah dipersiapkan?", tanyanya lagi.
"sudah semua bu, aku sudah siap untuk berangkat", jawabku.
"ya sudah, coba kamu telpon adikmu suruh pulang, kita mau berangkat", perintah beliau.
"loh memang indra belum pulang dari sehabis terawih tadi?", tanyaku balik.
"kalo indra sudah pulang, ibu tidak akan menyuruhmu untuk menelponya, kamu itu bagaimana sih!!!", jawabnya sedikit sewot.
"hahaha, iya-ya bu", jawabku sambil tertawa melihat ibuku sewot karena menjawab pertanyaan bodohku.
aku mengambil ponselku yang berada dikamar.
dialling...
Indra
"halo, assalamualaikum, ada apa mas andi?" suara indra dari seberang telepon.
"walaikumsalam, kamu dimana, hayo cepat pulang kita sudah mau berangkat, ibu dan mas toni sudah menunggu", kataku.
padahal mas toni sendiri entah pergi kemana.
"hah, kita mau berangkat sekarang??" tanyanya.
"iya, kamu cepat pulang, mas toni juga sudah siap, tinggal kamu aja yang belum", perintahku, padahal aku sendiri masih belum berganti pakaian.
"mas toni sudah siap?? waah mas andi bohong, sekarang aku lagi bersama mas toni mengisi bensin mobil dipombensin", jawabnya.
"ooh kamu lagi bersama mas toni, iya ibu yang menyuruh aku untuk menelponmu menyuruh pulang, kalo kamu bersama mas toni ya sudah, aku kira kamu sedang nongkrong", kataku.
"ok mas, assalammualaikum", jawabnya sambil bersalam mengakhiri perbincangan kami.
"waalikumsalam", jawabku sambil mematikan telepon.
"lagi dimana si indra, ndi" tanya ibuku.
"dia lagi bersama mas toni mengisi bensin, sebentar lagi pulang", jawabku.
"ya sudah kamu ganti baju sana, jadi mereka datang kita tinggal berangkat", perintah ibuku.
"iya bu", jawabku sambil kembali kekamar.
"Din,Din", suara klakson mobil dari halaman rumah.
"andi bawa barang-barang mu kemobil sekalian bantu ibu mengangkat koper ini", teriak ibuku dari kamarnya.
"iya bu", jawabku bergegas membawa barangku kemobil, kemudian aku kembali lagi kedalam rumah untuk mengambil koper ibuku.
"suadah siap semua?" tanya mas toni.
"sudah mas, tinggal menunggu ibu dan indra ganti baju", jawabku.
"jangan sampai ada yang ketinggalan ndi, nanti kamu menyesal disana", kata kakaku mengingatkan.
"sudah semua mas, tidak ada yang tertinggal", jawabku.
tak berapa lama indra dan ibuku keluar. ibu berkeliling rumah untuk mengecek apakah ada jendela dan pintu yang terlupa belum dikunci.
"sudah terkunci semua bu?" tanya mas toni kepada ibuku.
"sudah semua ton", jawab beliau.
"ya sudah ayuk kita berangkat", kata mas toni menyuruh kami semua masuk kedalam mobil.
si indra duduk disebelah mas toni. aku dan ibuku diduk dijok tengah, dan di jok belakang penuh oleh barang-barang kami.
21.45
"bismillahhirrohmanhirrohhim", doa ibuku sebelum memulai perjalanan.
malam ini terlihat sangat cerah. dijalan arteri ibukota terlihat tidak begitu ramai, mungkin karena sebagian penghuninya sudah berangkat pulang kekampung halamannya masing-masing.
kota kampung halaman ibu ada di wilayah jawa tengah tepatnya dipinggiran kota cilacap. jadi perjalanan kami malam ini menuju kota itu.
ibuku kelahiran cilacap jawa tengah, sedangkan alm. ayahku kelahiran kediri jawa timur. sedangkan aku bersama kakak dan adiku dilahirkan di ibu kota jakarta. aku belum pernah pulang kekampung halaman ayahku ke kediri. karena semasa alm. masih hidup setiap lebaran idul fitri kami selalu berkumpul dirumah kakak beliau yang paling tua, karena keluarga besar beliau hampir semuanya tinggal dijakarta. dan menurut cerita dari alm. ayahku, kakek dan nenekku pun meninggal dan dimakamkan dijakarta. jadi tidak pernah aku pulang kekampung halaman beliau. hanya kakaku saja yang pernah ikut beliau kesana dan saat itu pun aku masih belum lahir. sedangkan ibuku orang tua beliau masih ada lengkap, jadi dahulu kami hampir setiap tahun berkunjung kesana, namun setelah ayahku tiada kami jarang pulang kesana, kadang hanya ibuku saja dan adiku yang pulang kampung.
22.39
perjalanan kami lancar sampai memasuki pintu keluar jakarta. sebelum memasuki pintu tol cikampek kepadatan kendaraan mulai terjadi, kulihat kendaraan-kendaraan banyak yang keluar dari kota jakarta, dalam pikiranku hal ini lumrah terjadi karena sudah mau memasuki hari raya idul fitri. bisa kurasakan kami berjalan sejauh 5 meter selama 15 menit. kendaraan pribadi mendominasi jalan pintu keluar kota jakarta ini, umumnya dihari-hari biasa truk-truk trailer dan bus-bus yang mendominasi, namu menjelang hari raya pemandangan itu berubah menjadi kendaraan pribadi. ya mungkin memang kota jakarta ku ini dihuni hampir 80% adalah pendatang, banyak dari mereka yang mengadu nasib dijakarta. sama seperti keluargaku ini yang merupakan juga adalah pendatang.
00.18
tiga hari sebelum hari raya idul fitri...
Satu jam setengah kami berjalan tersendat kali ini lebih lama setiap 20 menit kami berjalan sejauh 3meter. sampai saat ini kami masih tertahan pintu tol cikampek. aku lihat ibuku sudah mulai tertidur, akupun juga sebenarnya sudah mulai mengantuk, namun aku tahan karena aku mau menikmati perjalanan ini. aku melihat keatas dan bintang-bintang menemani perjalanan kami. aku bersenandung untuk mengusir kantuk dan kebosanan. tiba-tiba kakakku menyalakan radio mobil,
"selamat malam saudara pendengar setia radio informasi arus mudik, dapat kami informasikan bahwa saat ini pihak kepolisian telah menutup jalur pantura, dan untuk para pemudik yang akan menuju kewilayah jawa tengah akan dialihkan menuju ke jalur tengah ke selatan melalui purwakarta, bandung, garut, tasikmalaya dan ciamis. dan dapat kami informasikan juga bahwa saat ini jembatan tasikmalaya lumpuh total karena jembatan tersebut amblas sedalam 1 meter dan dalam penangan petugas. menurut petugas yang bertugas perbaikan jembatan akan memakan waktu dua jam, pemudik pun akan dialihkan melalui jalan alternative sebelum jembatan tasikmalaya. dan sementara itu dijalan raya tanjakan nagrek terdapat sebuah bis mogok dan menyebabkan kemacetan sejauh delapan kilometer, tidak lupa kami ingatkan untuk para pemudik beristirahatlah jika sudah merasa lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan untuk meneruskan perjalanan... bla-bla-bla", suara penyiar radio memberikan informasi.
"wah wah kayaknya akan tertahan lama disini, kalian udah pada ngantuk belum", tanya kakakku.
"ngantuk sih mas, tetapi masih belom terlalu ngantuk banget sih", jawabku.
"ndra, ndra...yeee tidur, masa disamping supir tidur", ledek kakaku kepada indra.
"aaah, aku ngantuk mas, gara-gara macet ini aku jadi ngantuk", jawab indra.
02.30
aku tidak merasakan getaran sama sekali seakan mobil sedang dalam posisi mati, dan ternyata aku tertidur. saat sadar posisi mobil berada didepan mushola pom bensin. dan kulihat kakaku tidak diposisinya. ternyata dia lagi beristirahat sambil menyantap mie instan mangkokan didepan mobil. aku keluar dari mobil untuk beristirahat, setelah kurasakan pantatku panas dan kakiku pegal karena terlalu lama duduk.
"makan dulu ndi, aku lapar",kata mas toni.
"beli dimana mas", tanyaku.
"didalam minimarket ada", jawabnya.
"oh..", aku berjalan menuju minimarket sebelah mushola. didalam mini market aku mencari rak tempat makanan ringan. disitu kulihat ada cemilan favoritku yaitu lidi-lidian gurih dan pedas. aku ambil beberapa untuk sebagai cemilan diperjalanan. aku pun juga tak lupa mengambil sebuah mie instan mangkokan ntuk mengganjel rasa laparku.
"didaerah mana ini mas?", tanyaku kekakaku.
"baru sampai bandung", jawabnya.
"baru sampai bandung?", tanyaku.
"iya, hayuk cepat kamu abiskan makananmu, setelah itu kita lanjutkan perjalanan", perintahnya sambil berjalan menuju mobilku.
"iya mas", jawabku buru buru melahap makananku.
setelah mencuci muka ditoilet, aku kembali ke mobil, dan kami pun melanjutkan perjalanan.
kulihat ibuku tidur terlelap disampingku. dan adiku juga terlelap dibangku sebelah bangku supir.
diperjalanan kulihat semakin banyak kendaraan bus-bus besar berpapasan dengan kami. akupun mulai melihat bahwa kami telah memasuki kota garut, terlihat rumah-rumah sederhana bergaya perkampungan sudah mulai banyak terlihat. polisi berlalulalang mengatur lalulintas menjaga para pemudik. kemacetan panjang mulai terlihat di sebuah tanjakan, dan ternyata polisi menetapkan sistem buka tutup satu jalur di jalanan tersebut untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Saat menunggu sistem buka tutup yang diterapkan polisi lalulintas wilayah setempat, tanpa terasa akupun tiba-tiba tertidur.
04.45
Dinginya angin yang masuk melalui sela-sela jendela mobil membangunkan aku. dan aku melihat ponsel ternyata sudah pukul 04.45, terdengar dari kejauhan suara adzan menggema masuk kedalam telinga, aku lihat kakak ku masih fokus dalam menyetir. cakrawala diluar sana berwarna hitam kebiruan, dan di ufuk timur cahaya orange bebentuk parabola dengan warna kuning terang ditengahnya, langit saat itu sangat cerah, sehingga kurasakan suasana pedesaan sudah memasuki pikiranku. sesekali kami melewati hamparan sawah yang sangat luas, kami berpapasan dengan para petani yang bersiap untuk menggarap sawahnya.
sekitar pukul lima aku membuka lebar-lebar jendela pintu mobil disebelahku, aku menghirup dalam-dalam udara pagi itu, dan kegiatan itu pun aku ulangi terus menerus saat aku berada dirumah kakeku.
"mau istirahat dulu apa nanti saja?", tanya kakaku kepadaku.
"memang masih jauh apa sudah dekat perjalanan kita, mas?", tanyaku balik.
"sudah dekat,kurang lebih sekitar dua jam lagi kita sampai, soalnya saat ini kita sudah memasuki kota banjar", jelasnya.
"Langsung saja, toh sudah dekat ini, nanti sekalian istirahatnya dirumah saja", tiba-tiba ibuku berbicara.
"Oke, siap", tegas kakakku.
aku pun kembali melihat keluar jendela untuk menikmati pemandangan diluar.
to be continue...
Hari Raya Idul Fitri 1435H...
N
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar