Selasa, 13 Agustus 2013

Konflik dalam diri

..sepi dan sunyi..
..hanya terdengar detak jarum jam dinding yang terus berputar..
..
..segelas kopi dan beberapa batang rokok menemani..
..pancaran dan radiasi cahaya monitor tak menyurutkan mata untuk terpejam..
..apa yang kau kejar, apa yang kau cari ??..
..hingga larut kau tak pernah berhenti..
..dan saat pagi menyingsing, kau malah terlelap dalam mimpi..
..ada hasil atau tanpa hasil..
..sia-sia jika kau tak merubahnya..
..ah apakah memang itu yang aku lakukan..
..apa itu yang akan terjadi??..
..jika terjadi itulah hasil dari semua yang kulakukan..
..jika tidak, tuhan masih menginginkan aku untuk terus berjuang..
..tapi entahlah..
..aku hanya lelah..
..lelah termakan waktu dari sebuah rotasi jarum jam..
..yang tak mau berhenti sejenak, berhenti menungguku untuk mengumpulkan tenaga..
..bukan, kau hanya lari dari sebuah kenyataan..
..sadarilah, hadapilah semua yang terjadi sudah menjadi takdir..
..semua yang telah terjadi adalah hasil perbuatanmu, sikapmu dan tingkahlakumu dimasa lalu..
..coba pelajarilah secara perlahan..
..ada sesuatu yang luar biasa telah diberikan oleh-NYA saat sebelum semua ini terjadi dan itu masih kau genggam tanpa kau sadari..
..apakah itu??..
..aku sungguh tak mengerti dengan semua ini..
..pelajarilah..
..pahamilah..
..coba mengertilah..
..akan yang telah terjadi..
..temukanlah di alam bawah sadarmu..
..sesuatu yang besar & membahagiakan menantimu didepan sana jika kau mau merubah semuanya..
..atau kau akan melewatinya??..
..karena waktu tak mau menunggu..

Kamis, 06 Juni 2013

a stupid man story..

a stupid man story..
"...a stupid man, thinking their self is a more better than everyone ..."

...blank for stupid man...
...blank for the idiot...
...blank for everything...

...maybe i take too seriously...
...maybe i too be the good man...
...maybe i through too care to everyone...

...and then i forget the goals of my self...
...i forget if i have a own self ...
...i forget if i have matter on my life...

and for now and for the next i know i'll be crush cause what i've doing in the past
and i know i will lost everything, family, friend and people around me
and i know i'll be worth less to everyone

and the last, i dont know the effort will be like this

thanks for everything and thanks to be a friend in short time
thanks to teach for the life about friendly

Senin, 04 Maret 2013

Cerita pendek tukang kayu (copied)

"Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini."
             

       Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.

Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.

Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati. Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.

Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!" Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan. Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Kamu. Setiap kali Kamu memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah apa yang Kamu kerjakan untuk kehidupanmu dengan segenap hati dan bijaksana.


Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.