"Sempurna...", kata-kata itu yang muncul dalam hatiku saat melihat dirimu.
"Kau terlihat sempurna...", gumanku lagi.
terlihat dari sebuah layar kecil sebuah potret wajahmu yang sedang tersenyum.
tanpa sadar akupun ikut tersenyum melihat potret itu dan seketika aku berasumsi bahwa kau sedang merasakan kebahagiaan.
tak bosan aku memandangi potret itu dalam waktu yang lama, seperti terhipnotis, akupun terbawa dalam khayalan pikiranku.
dan mulai berangan-angan.
"Jika bisa bertemu denganmu setiap hari...",
"Jika bisa berbicara denganmu setiap waktu...",
"Aku ingin menemanimu dan menjagamu...",