Sabtu, 19 Juli 2014

Kamu, Angan dan Logika



"Sempurna...", kata-kata itu yang muncul dalam hatiku saat melihat dirimu.

"Kau terlihat sempurna...", gumanku lagi.

terlihat dari sebuah layar kecil sebuah potret wajahmu yang sedang tersenyum.
tanpa sadar akupun ikut tersenyum melihat potret itu dan seketika aku berasumsi bahwa kau sedang merasakan kebahagiaan.
tak bosan aku memandangi potret itu dalam waktu yang lama, seperti terhipnotis, akupun terbawa dalam khayalan pikiranku.
dan mulai berangan-angan.

"Jika bisa bertemu denganmu setiap hari...",
"Jika bisa berbicara denganmu setiap waktu...",
"Aku ingin menemanimu dan menjagamu...",

"Aku ingin bercerita untukmu, dan menghiburmu...",

dalam beberapa detik aku kembali tersadar bahwa khayalanku terlalu indah untuk menjadi kenyataan.
berbagai macam alasan hadir untuk menghilangkan angan itu.
alasan yang menjelaskan bahwa kita berbeda berdasarkan cerita realitas kehidupan.
aku ingin mengusir alasan-alasan itu, alasan yang menghilangkan angan-angan bayangan dirimu.
namun apa daya, alasan itu lebih kuat, alasan itu lebih realistis.
aku tidak mampu mengusirnya.
sambil berbaring aku mencoba berdamai dengan alasan itu.

"Sudahlah cukup bagiku dapat melihatmu dari layar kecil ini...",





Tidak ada komentar:

Posting Komentar