Jumat, 25 Juli 2014

Cerita Pendek


...Bangun Tidur...
...16.48...

    aku terbangun dari tidur siangku akibat suara riuh riang anak-anak kecil yang sedang bermain di tanah lapang sebelah rumahku.

"Udin, pong!!", suara anak perempuan berteriak.

"Lari nayla...anto mengejarmu dari belakang!!", teriak anak perempuan lainya.
"Anto curang!!, masa baju aku ditarik saat sedang berlari...", keluh salah seorang anak perempuan yang sedang bermain.
"enggak kok, gue gak narik baju elo...!!", teriak salah seorang anak laki-laki.
"..............",


    Aku beranjak dari tempat tidur dan mengintip melalui jendela kamarku.

"hmmnn, sedang bermain benteng rupanya", guman ku dalam hati.



   Sambil tersenyum aku duduk kembali dipinggir kasur sambil mengumpulkan kembali energiku yang masih belum pulih setelah bangun tidur. Terlintas dikepalaku masa-masa sewaktu aku kecil dulu. 
    Dimana aku berlari-lari hingga terjatuh dan menangis. Tidak jarang aku pulang dimarahi ibuku karena baju kotor setelah bermain. Teringat masa-masa kecil itu memang menyenangkan.
    Setelah mengenang masa kecil dahulu, aku beranjak dari tempat tidurku. 
Karena waktu sudah menunjukan pukul 17.08. Aku bergegas untuk mandi. Sehari ini aku belum mandi, karena aku baru pulang subuh tadi. Aku habis membantu temanku mengerjakan tugas sekripsinya.
   Oh iya aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Rendra, Usiaku 20 tahun. Kegiatan ku sehari-hari sebagai pengacara (Pengangguran banyak Acara) hehehe. setelah selesai membersihkan diri tiba-tiba, dari dalam perutku terdengar suara, 

"Kkkriiiiuuuuukkk", Sambil mengelus perutku aku berguman 

"owh sudah mulai lapar",

  Bergegas aku kedapur untuk mencari makanan. ah beruntungnya aku menemukan sisa tumisan kangkung diwajan. Saat menyantap makan sore, aku merasakan keanehan. aku baru sadar bahwa dirumah ini seperti tidak ada orang selain aku.

"Tumben kok sepi ya", pikirku sambil menyuap nasi dan tumisan kangkung kedalam mulutku.

setelah merasa kenyang aku duduk disofa dah menyalakan televisi. tiba-tiba pandanganku melihat secarik kertas disebelah televisi yang merupakan sebuah memo dari ibuku.

"Ren, Ibu pergi arisan, kamu jangan lupa makan, masih ada sisa tumisan kangkung di wajan"


"telat bu, sudah kuhabiskan semua sisa tumisan kangkung",
"dan ternyata ibuku pergi arisan", guman ku.

Kemudian aku menyaksika acara di televisi.


...Bebek Goreng...
...19.16...

Saat sedang menyaksikan acara televisi, tiba-tiba...

"Assalamualaikum", Suara salam dengan terbukanya pintu rumahku.
"Wa'alaikumsalam", aku menjawab salam itu.
"Baru pulang mbak ??", tanyaku setelah mengetahui bahwa yang membuka pintu tersebut adalah kakak iparku yang baru pulang dari kantor.

"Iya, baru sampe...", jawab kakak iparku.
"Kok sendirian, tidak dijemput mas Adam ?", tanyaku lagi.
"Dia masih ada kerjaan dikantor, jadi tidak bisa jemput mba",jawabnya.
"oooh,...", kataku.
"Sepi, Ibu kemana", Tanyanya.
"Ibu lagi pergi arisan dari tadi sore, mungkin sebentar lagi pulang", jawabku.
"Lagi arisan ya, yaudah mbak istirahat dulu ya...", jawabnya dia sambil berjalan menuju kamarnya.

Akupun melanjutkan menonton acara ditelevisi.

    Sekitar setengah jam berlalu, ibuku pulang bersama kakaku, kakaku mejemput ibuku setelah mengetahui bahwa ibuku pergi arisan direstoran dekat kantor.

"Kamu sudah makan Ren", Tanya ibuku.
"Belum Bu, Rendra nunggu ibu pulang dulu baru makan, kali ibu bawa makanan, hehehe", Jawabku
"Bener dugaan ibu, kamu pasti nungguin ibu pulang, makanya ini ibu bawain bebek goreng", Jawab beliau.
"Aseeek...Makan...", kataku

Tidak ada basa-basi akupun melahab bebek goreng tersebut.



...Warung Kopi...
...20.40...

  Setelah mengganti chanell televisi berkali-kali dan tidak ada acara yang menarik, aku memutuskan untuk mencari udara segar diluar rumah. Tujuanku adalah warung kopi yang berada tidak jauh dari rumahku. saat berjalan menuju tempat itu tiba-tiba ponselku bergetar sebuah pesan masuk dari salah seorang temanku.

Abraham 

"Bro, lo dimana? sini ke warkop biasa, temen-temen lagi pada ngumpul nih"

20.52

Aku

"Ok Sob, Gue meluncur"

20.53


   tak berapa lama aku sampai di warung kopi.

"weh bro, baru nongol lo, abis hibernasi apa nih...?", kata temanku.
"gue sms barusan makanya dia keluar...", abraham menyauti.
"enggak kok. waktu lo sms, gue itu lagi dijalan Am", jawabku 

dia adalah Robert teman sebayaku sejak kecil. sedangkan abraham dia pendatang baru dikampung ini sejak 3tahun lalu.

"Kopi Item kan Ren,", tanya penjaga warung kopi.
"Siip, yang kental ya...awas lo kalo gak kentel..", mintaku.
"Oke, sekarang?", tanyanya.
"Besok pagi!!", jawabku. 
"Hahaha...", tawa mereka bertiga.

Si penjaga warung kopi nama fahrul, dia membantu ibunya melayani pembeli diwarung kopi ini. tidak berapa lama fahrul keluar dengan membawa secangkir kopi.

"Ini ren kopi lo, cicipin dulu kurang manis apa enggak...", fahrul menyodorkan secangkir kopi itu kepadaku.

"Sssruuuuuppptttt... cuiiih... asuuuh tenan... ini kopi pake garem ya!!!", tanyaku.
"enggak kok, pake gula, masa gue bikin kopi make garem, ada-ada aja lo", jawab fahrul yang terlihat serius meyakinkan aku bahwa kopi tersebut dia buat memakai gula.

kedua temaku lainya itu pun seperti diam menahan tawa.

"beneran ini asin rasanya, kopinya juga kurang kentel ini rul, lo cobain deh kalo gak percaya", kataku dengan serius. tiba-tiba saja...

"HAAHAHAHAHAHAHAHAHAHA", sontak mereka bertiga tertawa keras.
"Kena lo dikerjain sama si fahrull", kata abraham.
"lo liat mukanya gak sewaktu tadi dia abis minum kopinya, kocak bro, plongo gimana gitu!!", robert menambahkan.
"iya-iya gue liat jelas banget...kocak!!", kata fahrul.
"ini idenya si robert ren, katanya dia pengen ngerjain lo sekali-sekali", lanjutya 
"Ah, sialan lo pada....", kataku ketus.

   Mereka tertawa tidak berhenti-berhenti. kemudian fahrul kembali masuk kedalam warungnya, dan tak lama keluar sambil membawa secangkir kopi baru yang terlihat lebih kental dari kopi yang sebelumnya untuk mengerjai aku.

"Nih kopinya, cobain dulu ren, masih asin gak", fahrul menyodorkan kopi kedua kepadaku.
"Awas aja kalo masih asin, Pulang gue langsung", kataku masih sedikit kesal.
"hahahaha..." tawa mereka bertiga setelah mendengar ucapanku.
"Ssssruuuupppputttt...", ciri khasku dalammeminum kopi.
"Mantaphb...", 
"Ini baru kopi!!!",
"kampret gue dikerjain",
"hahahaha..." tawa mereka lagi.

Kita berempat kemudian larut dalam obrolan. Obrolan santai sambil menikmati kopi, yang diselingi dengan canda dan tawa.







   


























    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar