Kamis, 16 Oktober 2014

Mimpi

"...Pagi disuatu hari..",
Pagi itu, didalam ruangan berukuran 2x3 meter persegi, cahaya mentari menyelinap dari sela-sela kain horden yang menutupi jendela ruangan tersebut, kuatnya angin yang berhembus kencang, membuat kain hordeng itu melambai-lambai seperti sebuah bendera. Sinar itu tepat menyinari wajah seorang pemuda yang tengah tidur terlelap dibawahnya. Tengah bermimpi berada disebuah tempat yang sangat menyenangkan, terlihat dari raut wajahnya yang tengah tertidur dia tersenyum, entah cerita apa yang ada dimimpinya itu?, sinar mentari ditambah udara pagi hari yang sejuk, menambah panjang durasi mimpinya. Tersenyum dan mengiggau sambil tertawa, hmmnn ..., apakah gerangan alam bawah sadarnya berimajinasi ?, aku mencoba memasuki mimpinya untuk sekedar mengetahui moment apa didalam mimpinya tersebut.
Di sebuah rumah makan kulihat ada sepasang pemuda-pemudi sedang asyik bersenda gurau sambil melahap hidangan yang ada diatas mejanya, kulihat sipemuda itu mirip dengan pemuda yang tengah tertidur tadi, dan sipemudi aku belum pernah melihatnya, tunggu...!!! sepertinya aku pernah melihat pemudi itu, tapi dimana ya...? Ah sudahlah mari kita ikuti kegiatan pemuda-pemudi itu.



Pemuda itu terlihat sangat bahagia begitu pula dengan pasanganya, sesekali sambil menyantap hidangan mereka tertawa, mereka berbicara seolah serius tetapi dibumbui dengan candaan sehingga sangat terlihat mereka menikmati acara makan malam tersebut. Aku berdiri tepat diantara mereka, aku tau mereka tidak menyadari keberadaan ku karena aku adalah orang ketiga dari sudut pandang cerita ini. Aku menarik kursi kosong yang ada dimeja mereka dan kemudian aku duduk diantara mereka, mereka saling berbicara dan kemudian tertawa, walaupun aku duduk diantara mereka tetapi aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, aku hanya menebak-nebak dari raut wajah keduanya, sipemuda terlihat aktif berbicara dan pasanganya hanya mendengarkan sambil tersenyum. Mereka terlihat bahagia. Aku memandangi wajah sipemudi tidak terlihat asing menurutku tetapi aku sendiri merasa belum pernah menemui wanita ini, aku masih bertanya-tanya siapa gerangan wanita ini???. Tidak berapa lama setelah semua hidangan telah habis sipemuda tersebut memanggil seorang pelayan yang kemudian menyodorkan tagihan, pelayan tersebut pun aku sepertinya tau, hei bukankah pelayan itu juga sipemuda yang tengah tertidur?? Dan setelah sipemuda membayar tagihan yang disodorkan pelayan tiba-tiba suasana berubah dari yang tadinya disebuah rumah makan menjadi sebuah tempat dipinggir pantai. Aku melihat pasangan pemuda itu masih sama, wanita yang berada di restoran tadi. Mereka sedang duduk diatas pasir sambil memandangi matahari tenggelam, siwanita duduk dan kepalanya bersandar dibahu pemuda itu, entah apa lagi yang mereka bicarakan aku tetep tidak bisa mendengarnya. Aku pun duduk tepat dibelakang mereka, memang aku akui betapa indah bisa melihat matahari tenggelam dari tepi pantai, saat mlihat mereka terlihat sangat romatis, membuatku iri. Huuh aku mengeluh didalam mimpiku sendiri, menggelikan. Tetap aku masih penasaran dengan wanita itu, siapa 'dia'?. Aku mengambil sebatang rokok dari saku celanaku yang entah bagaimana bisa tiba-tiba ada rokok disaku celanaku. Sambil memandangi mereka akupun berusaha untuk menikmati suasana senja ini. Matahari telah pergi, sisa-sisa sinar senja berwarna orange menambah romantis suasana ini. Setelah matahari tenggelam dengan sempurna, bersamaan juga rokok yang kuhisap hampir mencapai ujungnya, aku melihat pasangan itu berdiri, saling berhadapan dan berpegangan tangan, aku berpikir apakah apakah mereka akan berciuman?, Jantungku berdegup kencang, melihat mereka saling berpandangan satu sama lain, membuat ku semakin cepat menghisap rokok yang sedang kupegang, terlihat secara siluet sipemuda mencium kening wanita itu, dan kemudian mereka beranjak pergi sambil berpegangan tangan. Betapa bahagianya mereka, pikirku.

Dan tiba-tiba aku kembali keruangan tempat sipemuda tidur tadi, aku lihat raut wajahnya sedang meringis-ringis kegirangan, melihat itu pun aku berpikiran kotor, jangan-jangan sipemuda itu sedang bercumbu dengan pasanganya, dari pada aku harus mandi besar, sebelum terlambat kutampar saja pipi pemuda itu, dan tiba-tiba pemuda tersebut bangun sambil mengelus-elus pipinya yang tersengat cahaya matahari, sambil tersenyum sepat aku menebak dia pasti merasa tidak puas karena mimpinya terputus sebelum mencapai puncaknya, untunglah belum terlambat dalam hatiku aku berkata, aku tidak mau menodai wanita walu itu hanya dalam mimpi, karena aku tak mau menambah dosaku menjadikan wanita sebagai objek, cukuplah dosaku terhenti dimasalalu. aku pun berangsur-angsur menghilang dari hadapan pemuda yang telah terbangun, namun tetap yang menjadi pertanyaanku, siapakah wanita yang menemani didalam mimpiku itu, aku bisa melihat jelas wajahnya tetapi aku merasa belum pernah bertemu denganya... Aku pun berangsur-ansur menghilang dari hadapan pemuda itu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar